Search
Tertarik Pasang Iklan ? Hubungi

WARGA PASIR KAMPUNG CIPANAS CIANJUR JAWA BARAT MENOLAK PLTP (GEOTERMAL) GEDE PANGRANGO

IMG-20240212-WA0011

WARGA PASIR KAMPUNG CIPANAS CIANJUR JAWA BARAT MENOLAK PLTP (GEOTERMAL) GEDE PANGRANGO

CIANJUR.Jabar,ekspresinews.com
Proyek pembangkit listrik tenaga panas (PLTP) bumi atau geothermal di Gunung Gede Pangrango berlanjut meski mendapat penolakan. Bahkan proyek ini ditargetkan bisa mulai dilakukan eksplorasi mulai pertengahan 2024 mendatang.

Padahal masyarakat sekitar kaki gunung Gede Pangrango menolak secara tegas proyek pemanfaatan panas bumi atau geotermal untuk pembangkit listrik tersebut. Pasalnya proyek yang disebut setara harta karun itu dinilai akan merusak alam seperti lumpur lapindo dan membuat mata pencaharian warga hilang.

Menurut Drs Yusuf Thauziri pada Minggu (11/02/2024), salah satu tokoh masyarakat Gunung Putri Pasir Kampung Cipanas Kabupaten Cianjur, proyek geotermal ini telah terbukti berdampak merusak alam dan mengancam perekonomian warga masyarakatnya, hal ini berdasarkan studi banding yang telah dia lakukan bersama perwakilan warga ke PLTP Dieng Jawa Tengah.

“Jadi ketika kami melakukan studi banding ke daerah Dieng, warga sekitarnya hampir sebagian besar tidak lagi berprofesi sebagai petani, mereka sebagian keluar wilayah dan sebagian menjadi pekerja pada proyek tersebut, lalu komoditas pertanian menjadi tidak potensial lagi tergantikan oleh proyek geotermal yang secara notabene keuntungannya tidak dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar”. Ujar Yusuf.

Sikap masyarakat sekitar kaki gunung Gede Pangrango ini akan terus di lakukan hingga pemerintah mempertimbangkan kembali aspirasi warga negara nya.

Mengutip laman detik.com. Project Manager Officer (PMO) PT Daya Mas Geopatra Pangrango Yunis Latif mengatakan, sejak 15 Juni 2022, pihaknya sudah melakukan survei pendahuluan.

“Survey dilakukan selama 1 tahun dari Juni 2022 sampai Juni 2023 kemarin,” kata dia, Kamis (30/11/2023).

Menurutnya proyek pemanfaatan panas bumi yang menjadi harta Karun Cianjur tersebut akan berlanjut pada tahapan eksplorasi dengan melakukan pengeboran.

“Kita cek berapa kandungan panas buminya, berapa daya listrik yang dapat dihasilkan. Ini jadi tahapan penting, karena tahap eksplorasi ini merupakan tahapan pengembangan energi geothermal dengan risiko bisnis tertinggi, dimana jika pemboran eksplorasi tidak menemukan cadangan geothermal seperti yang diperkirakan maka biaya yang telah dikeluarkan oleh perusahaan tidak akan kembali,” kata dia.

Menurutnya tahapan eksplorasi tersebut ditargetkan akan mulai pada pertengahan 2024. Pasalnya perlu dilakukan persiapan, salah satunya membuat jalur untuk transportasi mobilisasi alat pengeboran.

“Target kami tahun depan, paling cepat pertengahan tahun. Lambatnya akhir tahun sudah mulai ekplorasi,” tuturnya.

Menurut dia, pihaknya saat ini sedang melakukan pembebasan lahan masyarakat untuk pembuatan jalan dan lokasi dalam rangka pemboran eksplorasi.

“Jalan yang akan dibuat nantinya akan menghubungkan jalan pasir Cina dengan jalan Ciguntur, jalan ini nantinya dapat digunakan oleh masyarakat di beberapa dusun untuk mobilisasi hasil pertanian dan pupuk, sehingga dapat menurunkan biaya produksi,” ucapnya.

(Biro-Korlipda.Aje/RedPemda)
#Terintegrasi MC.AMPER@ PressTASI PUSAKA dan JAringan Wartawan Aktivis nusantaRA

Berita Lainya...

Verified by MonsterInsights